Ranjaunews.com – TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Maulia Kuswicaksono, S.I.K., M.H., memimpin Apel Kewaspadaan Sabuk Kamtibmas dalam rangka memperkuat sinergi dan persatuan bersama organisasi kepemudaan (OKP), organisasi kemasyarakatan (Ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta tokoh daerah (TODA) se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang digelar di halaman Polres Tanjung Jabung Barat, Rabu (10/06).
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Apel kewaspadaan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diajak meningkatkan kewaspadaan, mempererat persatuan, serta menjaga stabilitas daerah di tengah berbagai dinamika sosial yang berkembang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat, serta perwakilan OKP, Ormas, LSM, dan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antar seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, sinergitas yang terjalin dengan baik merupakan modal utama dalam menjaga persatuan, keamanan, serta mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Melalui kebersamaan dan kekompakan seluruh unsur masyarakat, kita dapat menjaga situasi Kabupaten Tanjung Jabung Barat tetap aman, damai, dan kondusif. Persatuan adalah kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan demi terwujudnya Kabupaten yang Berkualitas, Ekonomi Maju, Religius, Kompetitif, Aman, Harmonis, Mandiri, dan Inovatif (BERKAH Madani),” ujar Bupati.
Bupati juga menegaskan bahwa konsep Sabuk Kamtibmas sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya stabilitas keamanan dan ketertiban sebagai fondasi utama keberlangsungan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
“Sebagaimana arahan Presiden RI, stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah merupakan syarat mutlak dalam menjamin kelancaran roda perekonomian dan pembangunan nasional. Oleh karena itu, konsep Sabuk Kamtibmas menjadi sangat penting dan strategis sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan wilayah yang aman dan kondusif, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, desa hingga kawasan strategis lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Maulia Kuswicaksono mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kebersamaan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban wilayah.
Menurutnya, keberhasilan menjaga situasi kamtibmas tidak dapat dilakukan oleh aparat semata, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui Sabuk Kamtibmas ini, kita membangun chemistry, kebersamaan, dan kewaspadaan bersama. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat harus saling bersinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” ungkap Kapolres.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi Sabuk Kamtibmas oleh Bupati dan Kapolres Tanjung Jabung Barat, disaksikan oleh Forkopimda, para camat, lurah, kepala desa, perwakilan OKP, Ormas, LSM, serta tokoh masyarakat.
Deklarasi tersebut menjadi simbol penguatan sinergi dan komitmen seluruh elemen daerah untuk terus menjaga persatuan, menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis, serta mendukung terwujudnya pembangunan dan kemajuan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang berkelanjutan. (Maria)














