Wujudkan Generasi Peduli Hutan, SMPN 20 Tanjabbar & PT. Wirakarya Sakti Gelar Edukasi Bahaya Karhutla Serta Pendidikan Konservasi di Sekolah*

Ranjaunews.com – Tanjab Barat – SMPN 20 Tanjung Jabung Barat bersama PT. Wirakarya Sakti Distrik IV menggelar Kegiatan Sosialisasi Penyadartahuan Bahaya Karhutla & Pendidikan Konservasi di Desa Tanjung Benanak, Kecamatan Merlung, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 20 Tanjung Jabung Barat Bapak Yusdiana, sebanyak 37 siswa-siswi, 17 majelis guru, 1 personel TNI, dan 7 perwakilan PT. Wirakarya Sakti Distrik IV mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Dokumentasi kegiatan terlampir.

Sebagai narasumber, PT. Wirakarya Sakti menghadirkan Viona Erviyanda selaku Fire Prevention, Dr. Priselia Febrina R, dan Ika Maysanti dari Tim HSE. Materi yang disampaikan secara runtut, dari pemahaman dasar hingga praktik lapangan:

*1. Dampak Negatif Karhutla*
Viona Erviyanda menjelaskan karhutla merusak ekosistem hutan, menurunkan kualitas air dan udara, mengganggu kesehatan pernapasan, meningkatkan bencana alam, dan melumpuhkan perekonomian. “Asap karhutla bukan hanya membuat siswa libur sekolah. Tetapi juga mengancam kesehatan, keselamatan, dan masa depan generasi muda akibat paparan kabut asap” tegasnya.

*2. Dasar Hukum Karhutla*
Viona Erviyanda menyampaikan dasar hukum larangan pembakaran hutan dan lahan. Pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dikenai sanksi dan denda.”kita harus menaati hukum, menghentikan pembakaran hutan dan lahan, serta bersama-sama menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

*3. Antisipasi Dampak Negatif Karhutla*
Dr. Priselia Febrina R menyampaikan dari karhutla sangat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari hari dan menurunkan produktivitas. “Jangan menunggu sampai sakit untuk peduli, karena mencegah dampak asap karhutla jauh lebih baik dari pada mengobatinya” tegasnya.

*4. Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan*
Siswa-siswi diajak mengenali tiga pemicu utama : Faktor manusia seperti pembukaan lahan dengan cara membakar, kecemburuan sosial, serta kelalaian seperti membuang puntung rokok sembarangan. Siswa-siswi dilatih untuk mengidentifikasi titik api di lingkungan sekitar.

*5. Komitmen PT. WKS dalam Pencegahan & Penanggulangan Karhutla*
PT. Wirakarya Sakti menegaskan komitmen melalui patroli rutin, pemasangan plang himbauan karhutla, serta edukasi ke masyarakat dan sekolah secara berkelanjutan. “Cegah sebelum terjadi, tanggulangi sebelum meluas. Deteksi dini dan respon cepat adalah budaya kerja kami,” jelas Viona.

*6. Pendidikan Konservasi*
Materi pendidikan Konservasi merupakan upaya untuk menanamkan pengetahuan, kesadaran, sikap, dan perilaku peduli lingkungan kepada peserta didik sejak dini. Siswa-siswi diajak untuk melakukan pembiasaan dan tindakan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

*7. Simulasi Pemadaman : APAR & Fire Pump*
Sesi praktik menjadi bagian paling dinanti oleh siswa – siswi. Pertama-tama siswa-siswi di kenalkan beberapa alat pemadaman terlebih dahulu seperti Fire Pump dan Peralatan Mekanis. Siswa-siswi di ajak langsung mencoba bagaimana cara memadamkan api menggunakan APAR dan Fire Pump dibawah pengawasan tim Fire Prevention PT. WKS. “Berani bukan berarti nekat, tapi siap dengan tepat sesuai prosedur,” pesan Samuel saat mendampingi siswa-siswi.

Kepala sekolah SMPN 20 Tanjung Jabung Barat, Bapak Yusdiana, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lapangan. Ia berharap para siswa-siswi dapat menjadi duta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mampu menyebarluaskan edukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya di wilayah tanjung benanak, akan pentingnya upaya pencegahan karhutla.

DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat menegaskan bahwa kesadaran generasi muda merupakan salah satu benteng utama dalam upaya pencegahan karhutla. Oleh karena itu, kerja sama yang berkelanjutan antara dunia pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat perlu terus diperkuat demi menjaga kelestarian lingkungan serta mewujudkan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (Maria)