Kemenkes RI dan Fakultas Unsri Usut Tuntas Kasus Kematian dr. Myta Aprilia Azmy Nasabah Serbu Bank 9 Jambi Cabang Tebo, Polisi Lakukan Pengamanan 11 Pengedar Narkoba Diringkus, Termasuk Dua Kelas Kakap Jaringan Jambi–Batam Pembukaan Festival arakan sahur 2025 berlangsung meriah Bupati Hadiri Rapat Paripurna DPRD untuk Pengumuman Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih pada Pemilihan Serentak Tahun 2024

Home / Berita

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Serangan Buaya di Betara Satu Anak Meninggal Dunia, Satu Alami Luka-Luka

image_pdfimage_print

Ranjaunews.com – Tanjung Jabung Barat – Peristiwa tragis diduga akibat serangan buaya terjadi di RT 09 Sri Menanti, Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam kejadian tersebut, dua anak laki-laki menjadi korban.

Satu korban meninggal dunia, sementara satu korban lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia diketahui bernama M. Dzaki (11), warga RT 09 Sri Menanti, Desa Serdang Jaya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, korban diduga diterkam buaya saat berada di tepi sungai dan kemudian terbawa arus. Sementara itu, korban kedua bernama Aldi (11), warga desa yang sama, mengalami luka pada bagian kaki kanan akibat serangan tersebut.

Kapolres Tanjung Jabung Barat melalui Kapolsek Betara AKP Frans Septiawan Sipayung, S.T.K., S.I.K. menjelaskan bahwa sekitar pukul 14.00 WIB, personel Polsek Betara menerima informasi dari masyarakat terkait adanya korban yang diduga diterkam buaya.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Betara bersama personel piket, Unit Reskrim Polsek Betara, dan Bhabinkamtibmas Desa Serdang Jaya segera menuju Puskesmas Sukarejo, tempat kedua korban telah dievakuasi.

Berdasarkan keterangan saksi Marhat (31), kedua korban sebelumnya mandi di pinggir sungai sekitar pukul 13.00 WIB sebelum berangkat ke sekolah yang dijadwalkan masuk pukul 14.00 WIB. Saat korban belum kembali ke rumah, keluarga berinisiatif mencari ke lokasi sungai.

Sesampainya di lokasi, salah satu korban telah hanyut dan diduga menjadi korban serangan buaya. Saksi juga menyebut kemunculan seekor buaya sekitar 20 meter dari lokasi tempat korban mandi.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Sukarejo menuju fasilitas kesehatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan M. Dzaki dinyatakan meninggal dunia, sedangkan Aldi mengalami luka pada kaki kanan dan mendapatkan penanganan medis.

Dalam penanganan kejadian ini, personel Polsek Betara telah melakukan penerimaan laporan, koordinasi dengan pihak Puskesmas Sukarejo, serta berkoordinasi untuk pemasangan spanduk peringatan di lokasi sungai sebagai imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi keberadaan buaya di wilayah RT 09 Sri Menanti, Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara.

Polsek Betara juga mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak melakukan aktivitas mandi maupun bermain di sekitar sungai yang diduga menjadi habitat buaya guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Maria)

image_pdfimage_print

Share :

Baca Juga

Berita

Tim Opsnal Satreskrim Polres Tanjab Barat Amankan Pelaku Pencurian yang Beraksi di Tiga Lokasi Berbeda

Berita

Bupati Tanjab Barat Pimpin Rapat Usulan Pembagian Persentase Saham PI 10% Bersama Pimpinan dan Anggota DPRD Tanjab Barat

Berita

Pemkab Tanjab Barat Fokus Salurkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Miskin Ekstrem

Berita

*Wujudkan Generasi Peduli Hutan, SMPN 20 Tanjabbar & PT. Wirakarya Sakti Gelar Edukasi Bahaya Karhutla Serta Pendidikan Konservasi di Sekolah* SMPN 20 Tanjung Jabung Barat bersama PT. Wirakarya Sakti Distrik IV menggelar Kegiatan Sosialisasi Penyadartahuan Bahaya Karhutla & Pendidikan Konservasi di Desa Tanjung Benanak, Kecamatan Merlung, Selasa (13/10/2026). Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 20 Tanjung Jabung Barat Bapak Yusdiana, sebanyak 37 siswa-siswi, 17 majelis guru, 1 personel TNI, dan 7 perwakilan PT. Wirakarya Sakti Distrik IV mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Dokumentasi kegiatan terlampir. Sebagai narasumber, PT. Wirakarya Sakti menghadirkan Viona Erviyanda selaku Fire Prevention, Dr. Priselia Febrina R, dan Ika Maysanti dari Tim HSE. Materi yang disampaikan secara runtut, dari pemahaman dasar hingga praktik lapangan: *1. Dampak Negatif Karhutla* Viona Erviyanda menjelaskan karhutla merusak ekosistem hutan, menurunkan kualitas air dan udara, mengganggu kesehatan pernapasan, meningkatkan bencana alam, dan melumpuhkan perekonomian. “Asap karhutla bukan hanya membuat siswa libur sekolah. Tetapi juga mengancam kesehatan, keselamatan, dan masa depan generasi muda akibat paparan kabut asap” tegasnya. *2. Dasar Hukum Karhutla* Viona Erviyanda menyampaikan dasar hukum larangan pembakaran hutan dan lahan. Pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dikenai sanksi dan denda.”kita harus menaati hukum, menghentikan pembakaran hutan dan lahan, serta bersama-sama menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya. *3. Antisipasi Dampak Negatif Karhutla* Dr. Priselia Febrina R menyampaikan dari karhutla sangat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari hari dan menurunkan produktivitas. “Jangan menunggu sampai sakit untuk peduli, karena mencegah dampak asap karhutla jauh lebih baik dari pada mengobatinya” tegasnya. *4. Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan* Siswa-siswi diajak mengenali tiga pemicu utama : Faktor manusia seperti pembukaan lahan dengan cara membakar, kecemburuan sosial, serta kelalaian seperti membuang puntung rokok sembarangan. Siswa-siswi dilatih untuk mengidentifikasi titik api di lingkungan sekitar. *5. Komitmen PT. WKS dalam Pencegahan & Penanggulangan Karhutla* PT. Wirakarya Sakti menegaskan komitmen melalui patroli rutin, pemasangan plang himbauan karhutla, serta edukasi ke masyarakat dan sekolah secara berkelanjutan. “Cegah sebelum terjadi, tanggulangi sebelum meluas. Deteksi dini dan respon cepat adalah budaya kerja kami,” jelas Viona. *6. Pendidikan Konservasi* Materi pendidikan Konservasi merupakan upaya untuk menanamkan pengetahuan, kesadaran, sikap, dan perilaku peduli lingkungan kepada peserta didik sejak dini. Siswa-siswi diajak untuk melakukan pembiasaan dan tindakan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. *7. Simulasi Pemadaman : APAR & Fire Pump* Sesi praktik menjadi bagian paling dinanti oleh siswa – siswi. Pertama-tama siswa-siswi di kenalkan beberapa alat pemadaman terlebih dahulu seperti Fire Pump dan Peralatan Mekanis. Siswa-siswi di ajak langsung mencoba bagaimana cara memadamkan api menggunakan APAR dan Fire Pump dibawah pengawasan tim Fire Prevention PT. WKS. “Berani bukan berarti nekat, tapi siap dengan tepat sesuai prosedur,” pesan Samuel saat mendampingi siswa-siswi. Kepala sekolah SMPN 20 Tanjung Jabung Barat, Bapak Yusdiana, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lapangan. Ia berharap para siswa-siswi dapat menjadi duta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mampu menyebarluaskan edukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya di wilayah tanjung benanak, akan pentingnya upaya pencegahan karhutla. DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat menegaskan bahwa kesadaran generasi muda merupakan salah satu benteng utama dalam upaya pencegahan karhutla. Oleh karena itu, kerja sama yang berkelanjutan antara dunia pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat perlu terus diperkuat demi menjaga kelestarian lingkungan serta mewujudkan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan

Berita

11 Pengedar Narkoba Diringkus, Termasuk Dua Kelas Kakap Jaringan Jambi–Batam

Berita

Bupati Anwar Sadat Luncurkan Posyandu 6 SPM Percontohan di Betara, Perkuat Pelayanan Dasar Terpadu untuk Masyarakat

Berita

Bupati Tanjab Barat Hadiri Rapat Paripurna DPRD Bahas Tanggapan Rancangan Perda dan Pembentukan Pansus

Berita

Pemkab Tanjab Barat Gelar Malam Perpisahan Kajari Anton Rahmanto, Penuh Haru dan Apresiasi