Kemenkes RI dan Fakultas Unsri Usut Tuntas Kasus Kematian dr. Myta Aprilia Azmy Nasabah Serbu Bank 9 Jambi Cabang Tebo, Polisi Lakukan Pengamanan 11 Pengedar Narkoba Diringkus, Termasuk Dua Kelas Kakap Jaringan Jambi–Batam Pembukaan Festival arakan sahur 2025 berlangsung meriah Bupati Hadiri Rapat Paripurna DPRD untuk Pengumuman Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih pada Pemilihan Serentak Tahun 2024

Home / Berita

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:45 WIB

Polda Jambi Lakukan Pendalaman Kasus Longsor PETI Sarolangun

image_pdfimage_print

Ranjaunews.com-JAMBI-Tragedi longsor kembali terjadi di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Sedikitnya delapan orang penambang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsor di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Selasa (20/1/2026) sore.

 

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat para penambang berada di dalam lubang galian. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan itu menyebabkan kondisi tanah menjadi labil. Tebing galian kemudian runtuh dan menimbun para pekerja yang berada di dalam lubang tambang.

 

 

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera berupaya melakukan pertolongan awal dengan peralatan seadanya, meski dihadapkan pada risiko longsor susulan. Sejumlah korban berhasil dievakuasi, namun sebagian ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

 

 

Selain korban meninggal dunia, empat orang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Identitas para korban masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Kepala Bidang Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa lokasi longsor merupakan area penambangan emas ilegal.

 

“Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kejadian ini merupakan kecelakaan kerja di lokasi PETI. Longsor diduga kuat dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan tebing tanah galian runtuh dan menimbun para penambang,” ujar Erlan.

 

Ia menambahkan, pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan secara rinci kronologi kejadian, termasuk menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas penambangan ilegal tersebut.

 

Editor: Sulaiman

image_pdfimage_print

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolres Tanjab Barat Pimpin Sertijab Kasat Lantas, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Masyarakat

Berita

Bupati Anwar Sadat Hadiri Majelis Zikir dan Haul Akbar Sulthanul Aulia Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Berita

Bupati Anwar Sadat Hadiri Paripurna, DPRD Sampaikan Pemandangan Umum Fraksi atas LKPJ 2025

Berita

Ditlantas Polda Jambi Tilang Sejumlah Angkutan Batubara yang Melanggar.

Berita

Polres Tanjab Barat Bekuk Pengedar Sabu di Penginapan Malvin, Barang Bukti Ditemukan dalam Tas dan Jok Motor.

Berita

Wujudkan Generasi Peduli Hutan, SMPN 20 Tanjabbar & PT. Wirakarya Sakti Gelar Edukasi Bahaya Karhutla Serta Pendidikan Konservasi di Sekolah

Berita

Wabup Katamso Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Komitmen Pendidikan Bermutu untuk Semua

Berita

Bupati Anwar Sadat Hadiri Rapat Paripurna DPRD Tanjab Barat Bahas Pertanggungjawaban APBD 2024 dan RPJMD 2025–2029