Ranjaunews.com-MUARO JAMBI-Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya potongan video yang memperlihatkan seorang pria berinisial TF, yang diketahui merupakan oknum staf di lingkup DPRD Kabupaten Muaro Jambi. Dalam rekaman tersebut, TF tampak sedang menikmati barang haram yang diduga kuat merupakan narkotika jenis sabu.
Video berdurasi singkat itu dengan cepat menyebar luas dan memancing reaksi keras dari masyarakat, mengingat status TF sebagai bagian dari instansi pemerintahan daerah.
Intervensi Plt Sekwan Meminta Penghapusan Video
Menanggapi kegaduhan tersebut, Plt Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Edi Salam, akhirnya angkat bicara. Namun, alih-alih memberikan klarifikasi tegas mengenai tindakan disipliner terhadap bawahannya, Edi Salam justru diketahui menghubungi wartawan dari media Ranjaunews.com.
Dalam komunikasi tersebut, Edi Salam meminta agar video yang telah diunggah atau diberitakan tersebut segera dihapus. Selain itu, ia sempat menjanjikan untuk bertemu langsung dengan pihak media guna membicarakan permasalahan ini lebih lanjut secara kekeluargaan atau melalui jalur komunikasi lainnya.
Sangat disayangkan, janji pertemuan yang dilontarkan oleh Plt Sekwan tersebut dinilai hanya sekadar “Pemberi Harapan Palsu” (PHP). Hingga waktu yang ditentukan, Edi Salam tidak kunjung menampakkan diri atau merealisasikan pertemuan tersebut tanpa alasan yang jelas.
Sikap tertutup dan terkesan menghindar ini memicu pertanyaan besar bagi kalangan pers dan pegiat kontrol sosial di Muaro Jambi. Upaya meminta penghapusan video tanpa adanya penjelasan resmi terkait proses hukum atau sanksi internal terhadap TF dianggap sebagai upaya untuk menutupi borok di dalam institusi.
”Seharusnya pihak Sekretariat Dewan memberikan teladan dengan bersikap transparan dan mendukung pemberantasan narkoba, bukan malah sibuk meminta penghapusan berita tanpa ada kejelasan tindak lanjut terhadap oknum yang bersangkutan,” ungkap salah satu pengamat kebijakan publik setempat.
Hingga berita ini diturunkan, oknum TF belum memberikan pernyataan resmi terkait video viral dirinya, sementara pihak DPRD Muaro Jambi masih terkesan bungkam mengenai langkah konkret yang akan diambil untuk menyikapi pelanggaran berat ini.
Admin:Sulaiman














